Close Menu
  • Beranda
  • Nasional
  • Regional Jabar
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan dan Budaya
  • Peristiwa
  • Webtorial
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta
  • Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang
  • Pithra Jaya Saragih Tekankan Kekompakan Pegawai Lapas Tanjungpinang
  • Kakanwil Ditjenpas Kepri Panen 250 Kg Jagung Di Tanjungpinang
  • Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu
  • Kakanwil Ditjenpas Kepri Bagikan Sembako Di Lapas Tanjungpinang
  • Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP
  • Wujudkan Pelayanan yang Transparan dan Akuntabel, Rutan Kendari Terima Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Sultra
Facebook X (Twitter) Instagram
Editor JabarEditor Jabar
Demo
  • Home
  • Regional Jabar

    Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

    Oktober 28, 2026

    Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

    Oktober 28, 2026

    Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu

    Oktober 27, 2026

    Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP

    Oktober 27, 2026

    Ombudsman Cek Pelayanan Publik di Rutan Kelas Satu Bandung

    Oktober 21, 2026
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan dan Budaya
  • Indeks
Editor JabarEditor Jabar
Home»Regional Jabar»Gandeng Pegiat Lingkungan dan Pariwisata, Perhutani Tanam Ribuan Bibit Pohon di Ranca Upas
Regional Jabar

Gandeng Pegiat Lingkungan dan Pariwisata, Perhutani Tanam Ribuan Bibit Pohon di Ranca Upas

By editorjab4rMaret 15, 2023
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

EditorJabar.com, Bandung – Perhutani bersama pegiat lingkungan dan tokoh masyarakat terus berupaya mengembalikan dan memulihkan ekosistem hutan Ranca Upas pasca kerusakan akibat event motor trail Minggu lalu, melalui aksi penanaman pohon di kawasan Ranca Upas, Selasa 14. Maret 2023.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur komersial, direktur keuangan, Kadivreg Jawa Barat Banten, Dirut Palawi, SEVP Bidang operasional, Kabid BKSDA, Kasi Konservasi Dinas LH, Waka ADM KPH, Pegiat Lingkungan, Pegiat Wisata, Polsek Ciwidey, Kepala Desa Alamendah, Forkopimcam Rancabali dan jajaran.

Acara diawali dengan upacara di lapangan Ranca Upas kemudian dilanjut dengan penyerahan bibit pohon dari penggiat lingkungan dan juga simulasi tentang tata cara penanaman pohon yang baik dan benar.

Direktur Komersial Perhutani, Anggar Widiyatmoko mengatakan sebanyak 5 ribu bibit ditanam di kawasan Ranca Upas.

Pihaknya bekerja sama dengan sejumlah elemen masyarakat, mulai dari pegiat lingkungan, pegiat pariwisata termasuk Pemerintah Kabupaten Bandung.

Kegiatan tersebut merupakan pembuktian dari Perhutani bersama masyarakat yang senantiasa mencintai lingkungan salah satunya objek wisata Ranca Upas.

Disamping kegiatan penanaman, dilaksanakan juga acara simbolis pembukaan kembali wisata ranca upas untuk wisatawan dan ini merupakan upaya untuk tetap dapat memberikan nafkah bagi para mitra kuliner setempat yang bermitra di objek wisata Ranca Upas.

“Ini adalah kegiatan awal. Kita didampingi oleh penggiat lingkungan yang sudah ahli yaitu Eyang Memet, agar wilayah kita bisa menjadi lebih baik,” ujar Anggar disela-sela kegiatan Gerakan Penanaman Bersama di Ranca Upas, Rancabali, Selasa (14/3/2023).

Diberitakan sebelumnya, akibat tidak profesionalnya panitia penyelenggara event motor trail di Ranca Upas, berdampak ditutupnya aktivitas motor trail oleh pihak Perhutani.

“Kita akan melakukan evaluasi sambil menata kembali kegiatan yang ada di wisata,” jelasnya.

“Ini merupakan pembelajaran yang luar biasa, bagaimana kami mengelola tempat wisata kami agar tidak terulang kejadian motor trail kemarin,” tuturnya.

Pegiat Pariwisata, H. eMTe mengapresiasi langkah Perhutani yang melakukan kegiatan penanaman ribuan pohon.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pegiat lingkungan yang turut mendukung kegiatan pemulihan di kawasan Ranca Upas.

“Mudah-mudahan kedepannya, kita bisa melakukan penanaman lagi,” harapnya.

Terlepas dari hal tersebut, secara tegas pimpinan eMTe Resort, mendorong kepada Perhutani untuk tetap membuka akses pariwisata di kawasan Ranca Upas.

Menurutnya, jika Ranca Upas ditutup akan berdampak bagi para pelaku usaha kecil atau warung-warung yang berada didalamnya.

“Terlepas persoalan kasus rusaknya ekosistem Ranca Upas, sebaiknya Perhutani tetap membuka akses kegiatan wisata kawasan Ranca Upas untuk tetap dibuka agar para pelaku usaha kecil didalamnya masih bisa berusaha dan berjualan, karena jika ditutup usaha mereka, akan berpotensi menimbulkan persoalan baru, jika penutupan aktivitas motor trail kami sepakat untuk menutup aktivitas tersebut,” tegas H. eMTe saat dihubungi.

Pihaknya menegaskan jika ditutupnya Ranca Upas saat ini tidak berarti kawasan eMTe Resort mengambil kesempatan apalagi keuntungan.

“Kami manajemen eMTe Resort menegaskan dengan ditutupnya Ranca Upas, tidak ada sedikitpun mengambil keuntungan, justru kami menyayangkan jika Ranca Upas ditutup para pelaku usaha kecil didalamnya akan berhenti dan berdampak pada perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Ia pun meminta kepada Perhutani untuk melakukan uji kelayakan bagi para pihak penyelenggara sebuah event agar tidak terulang kembali kejadian yang lalu.

“Satu hal lagi, Kemi meminta pihak Perhutani untuk melakukan uji kelayakan bagi para calon penyelenggara sebuah event. Profesionalisme dan pro terhadap lingkungan harus menjadi prioritas utamanya,” ujarnya.

Sementara itu, Pegiat lingkungan, Eyang Memet berharap ada kelanjutan dari kegiatan penanaman pohon tersebut.

“Semoga ini bukan hanya pencitraan, tapi ini adalah niat yang tulus untuk melakukan perbaikan,” ucapnya.

“Kami akan melakukan pengawasan secara total. Menambah keanekaragaman hayati dan pemulihan Ranca Upas menjadi target kita,” ujar Eyang Memet.

Harapan kedua, lanjut Eyang Memet, di kawasan Ranca Upas kedepannya bisa terbentuk wisata edukasi tentang berbagai jenis tanaman.

“Hari ini baru 17 jenis tanaman endemik Jawa Barat, diharapkan satu bulan sekali bisa menambah keanekaragaman hayati dan kami juga akan melaksanakan pengawasannya,” tutup Eyang Memet.

Gandeng Pegiat Lingkungan dan Pariwisata Perhutani Tanam Ribuan Bibit Pohon di Ranca Upas
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

Related Posts

Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

Oktober 28, 2026

Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

Oktober 28, 2026

Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu

Oktober 27, 2026

Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP

Oktober 27, 2026

Ombudsman Cek Pelayanan Publik di Rutan Kelas Satu Bandung

Oktober 21, 2026

Instruksi Menteri Imipas Rutan Bandung Gelar Sosialisasi Hunian

Oktober 19, 2026
Terbaru
Regional Jabar

Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

By editorjab4rOktober 28, 2026

EditorJabar.com, SUBANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang, Jawa Barat, menorehkan prestasi gemilang di…

Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

Oktober 28, 2026

Pithra Jaya Saragih Tekankan Kekompakan Pegawai Lapas Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

Kakanwil Ditjenpas Kepri Panen 250 Kg Jagung Di Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

 

Editor Jabar adalah media informasi dan edukasi bagi masyarakat Jawa Barat

Copyright © editorjabar.com

© 2026 editorjabar.com
  • Home
  • Health
  • Technology
  • TV & Drama
  • Buy Now

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.