Close Menu
  • Beranda
  • Nasional
  • Regional Jabar
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan dan Budaya
  • Peristiwa
  • Webtorial
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta
  • Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang
  • Pithra Jaya Saragih Tekankan Kekompakan Pegawai Lapas Tanjungpinang
  • Kakanwil Ditjenpas Kepri Panen 250 Kg Jagung Di Tanjungpinang
  • Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu
  • Kakanwil Ditjenpas Kepri Bagikan Sembako Di Lapas Tanjungpinang
  • Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP
  • Wujudkan Pelayanan yang Transparan dan Akuntabel, Rutan Kendari Terima Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Sultra
Facebook X (Twitter) Instagram
Editor JabarEditor Jabar
Demo
  • Home
  • Regional Jabar

    Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

    Oktober 28, 2026

    Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

    Oktober 28, 2026

    Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu

    Oktober 27, 2026

    Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP

    Oktober 27, 2026

    Ombudsman Cek Pelayanan Publik di Rutan Kelas Satu Bandung

    Oktober 21, 2026
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan dan Budaya
  • Indeks
Editor JabarEditor Jabar
Home»Nasional»Hoaks Pemilu 2024 Tak Bisa Rusak Persatuan dan Kesatuan Karena Indonesia Memiliki Akar Budaya yang Kuat
Nasional

Hoaks Pemilu 2024 Tak Bisa Rusak Persatuan dan Kesatuan Karena Indonesia Memiliki Akar Budaya yang Kuat

By editorjab4rDesember 8, 2023
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

EditorJabar.com, Jakarta – Indonesia merupakan Negara yang dianugerahi sebagai bangsa yang majemuk. Disebut bangsa yang majemuk lantaran masyarakat Indonesia berasal dari berbagai macam suku, agama, ras, dan budaya.

Kemajemukan ini menjadi kekuatan besar bagi bangsa Indonesia untuk bisa lebih maju. Kerukunan dalam kebhinekaan merupakan modal utama yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.

Tidak selayaknya, negara, agama dan perbedaan dijadikan sebuah pertentangan yang dapat memecah belah bangsa.

Selain itu, sikap tidak saling merendahkan dan menghina satu sama lain adalah sebuah budaya yang harus terus kita pertahankan.

Begitu halnya ditahun politik seperti saat ini. Sikap toleransi amat sangat diperlukan, agar masyarakat bisa saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada termasuk perbedaan dalam pandangan dan pilihan politik.

Meski kemajemukan merupakan sebuah kekuatan besar bangsa ini, namun kemajemukan juga bisa berdampak buruk bagi bangsa Indonesia jika sikap toleransi dan sikap tidak saling merendahkan tidak kita jaga dengan baik.

Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Jawa Barat Profesor (Prof) Obsatar Sinaga menjelaskan, bahwa negara kita Indonesia memiliki akar budaya yang kuat, meskipun kemajemukan mewarnai budaya kita.

“Tetapi karena akarnya kuat, maka kemajemukan tersebut yang ustru mengkritik menjadi kekuatan baru yang mumpuni bagi bangsa ini,” jelas Prof Obi sapaan akrab dari Prof Obsatar Sinaga, Jumat 8 Desember 2023 saat dihubungi.

Soal hoax di Indonesia apalagi menjelang Pemilu 2024 ini, Prof Obi menjelaskan bahwa hoaks hanya merupakan bentuk trend yang berkembang sebagai akibat dari perubahan teknologi di bidang telekomunikasi.

“Pada dasarnya, hoaks tidak akan bisa merusak struktur kekuatan budaya kita. Hoaks hanya akan memberikan pelajaran berharga dalam proses penetrasi budaya kita, ” terang Prof Obi yang saat dihubungi sedang dalam keadaan sakit.

Profesor yang pernah menjabat Rektor di dua Universitas Swasta terkemuka di kota Bandung ini menilai bahwa pada akhirnya, rakyat menyadari bahwa kebenaran akan selaku menjadi nurani dasar dari akar budaya kita.

“Hoaks hanya bersifat sesaat, dan pada gilirannya akan dikalahkan oleh semangat kebersamaan dan persatuan bangsa yang memaksa setiap hoaks untuk diversifikasi dan untuk ditabayunkan oleh kita, ” jelasnya.

Semakin mendekatnya Pemilu, tentu saja akan muncul berbagai hoaks yang bersifat memecah belah dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

“Namun kekuatan budaya kita yan sdh terbukti mampu bertahan, akan juga menggiring sebuah proses demokrasi yang jujur, adil dan bertanggung jawab, “paparnya.

Dirinya menilai bahwa budaya menjadi hal fundamental dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

“Kita pun yakin bahwa budaya itu juga yang akan menggiring invisible hand (campur tangan Tuhan), untuo menentukan mana yang layak menang, yang layak memimpin dan mana yang diberi hak untuk memperbaiki bangsa ini menuju jalan kesempurnaan, ” pungkas Prof Obi.

Terpisah, Dosen Tetap Uiversitas Ahmad Dahlan, Dr. Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes menjelaskan agar masyarakat saat ini haru berfikir secara kritis, sebagai salah satu langkah nyata, untuk bisa menyaring berbagai informasi yang kita terima agar kemajemukan di Indonesia bisa tetap terjaga terutama ditahun politik ini.

“Sebagai generasi muda kita perlu berpikir kritis juga menyaring berbagai informasi, sehingga apa yang kita lakukan agar menjadi hal-hal positif bukan sebaliknya,” tuturnya, saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan seminar tentang kemajemukan yang digelar oleh Kemenkominfo bersama Universitas Ahmad Dahlan beberapa waktu lalu.

Ia juga menambahkan, bahwa manusia diberikan kelebihan untuk berfikir melalui akalnya.

“Maka dari itu banyak belajar, melihat lingkungan sekitar dan terus menambah literasi adalah salah satu cara efektif untuk menyaring sebuah informasi yang ada. Sehingga toleransi setiap individu terus terjaga dan kemajemukan masyarakat Indonesia tetap terpelihara dengan baik, ” jelasnya.

Dirinya melihat, sebagai manusia yang diberi akal untuk berpikir, kita bisa menyempurnakan, memperbaiki perilaku kita.

“Jadi dari pengetahuan, sikap, karakter, serta nilai dengan banyak belajar, banyak melihat dari pengalaman orang lain, literasi, atau dari mengamati sekitar itu menjadikan kekuatan menjaga kemajemukan bangsa ini, ” pungkasnya.

Hoaks Pemilu 2024 Tak Bisa Rusak Persatuan dan Kesatuan Karena Indonesia Memiliki Akar Budaya yang Kuat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

Related Posts

Pithra Jaya Saragih Tekankan Kekompakan Pegawai Lapas Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

Kakanwil Ditjenpas Kepri Bagikan Sembako Di Lapas Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

Wujudkan Pelayanan yang Transparan dan Akuntabel, Rutan Kendari Terima Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Sultra

Oktober 22, 2026

Walikota Kendari Dukung Program Pembinaan Holistik di Rutan Kendari

Oktober 21, 2026

Lapas Tanjungpinang Pastikan Pelayanan Makanan Layak Warga Binaan

Oktober 13, 2026

Lapas Tanjungpinang Perkuat Keamanan Lewat Sidak Kakanwil Kepri

Oktober 1, 2026
Terbaru
Regional Jabar

Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

By editorjab4rOktober 28, 2026

EditorJabar.com, SUBANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang, Jawa Barat, menorehkan prestasi gemilang di…

Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

Oktober 28, 2026

Pithra Jaya Saragih Tekankan Kekompakan Pegawai Lapas Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

Kakanwil Ditjenpas Kepri Panen 250 Kg Jagung Di Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

 

Editor Jabar adalah media informasi dan edukasi bagi masyarakat Jawa Barat

Copyright © editorjabar.com

© 2026 editorjabar.com
  • Home
  • Health
  • Technology
  • TV & Drama
  • Buy Now

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.