Editorjabar.com, Bandung – Dicalonkan dan dipilih menjadi pemimpin salah hak setiap warga negara. Hal ini sangat dilindungi oleh Undang-undang dan regulasi sistem Demokrasi di negara kita.
Siapapun memiliki hak dan peluang untuk menempatkan dirinya sebagai calon legislatif atau calon kepala daerah.
Dinamika penyelenggaraan pemerintahan dengan segala plus minusnya dan terjadi di berbagai ruang keterwakilan aspirasi sudah saatnya menjadi pesan agar masyarakat tidak lagi menjadi orang yang menyesal atas pilihannya.
Hal inilah yang mendorong Iwan Hermawan untuk membumikan Gerakan Pilih Guru (GPG) .
GPG sebuah gerakan murni agar para pendidik dengan segala kesiapan komitmennya memiliki peluang untuk memperbaiki sistem pelayanan bagi masyarakat manakala berada di posisi ruang Legislatif dan eksekutif.
Iwan Hermawan selaku Pegiat Pendidikan dan Ketua FAGI sekaligus inisiator Gerakan Pilih Guru (GPG) menyatakan bahwa dirinya sangat mendukung dan mendorong Dede Amar (Ketua PGRI Jabar) menjadi Calon DPD Jabar dan Cucu Saputra (Ketua PGRI Kota Bandung) untuk menjadi Bakal Calon Walikota Bandung.
Hal ini sesuai dengan Gerakan Pilih Guru untuk mempersiapkan para Guru untuk duduk di legislatif dan eksekutif pada tahun 2024.
Gerakan Pemimpin yang berasal dari pendidik ini telah ada bukti kongkrit yaitu di Daerah Majalengka dan Cirebon.
Kami sangat berharap agar partai-partai politik memposisikan para Guru di tiap dapil sehingga para guru, keluarga guru, para pemilih pemula (pelajar) dan alumni siap mengkondisikan mendukung para guru tersebut, tambah iwan
Selanjutnya Iwan menegaskan bahwa gerakan GPG ini sangat berdasar karena negeri ini dibidani oleh para guru (Soekarno, Moh.Hatta, Sudirman dll) dan kini saatnya para guru untuk menduduki posisi tersebut dalam rangka untuk meningkatkan kualitas bangsa Indonesia termasuk memberikan ruang bagi peningkatan kualitas dan kesejahteraan para guru (pendidik).
“Semoga teman-teman guru non PNS, Pensiunan untuk maju bergerak di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan untuk mengisi ketersediaan legislatif maupun Calon Pemimpin Daerah yang berasal dari Guru (pendidik),” jelas Iwan Hermawan, Kamis 7 Juli 2022.
Ditambahkannya, dengan hadirnya sosok pemimpin yang berasal dari pendidik (Guru) diharapkan hadir nilai-nilai perjuangan dalam rangka memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat di berbagai kanal kepentingan masyarakat.
“Baik itu pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan sistem pengabdian berbasis pelayanan maksimal, “tegas Iwan.

