Close Menu
  • Beranda
  • Nasional
  • Regional Jabar
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan dan Budaya
  • Peristiwa
  • Webtorial
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta
  • Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang
  • Pithra Jaya Saragih Tekankan Kekompakan Pegawai Lapas Tanjungpinang
  • Kakanwil Ditjenpas Kepri Panen 250 Kg Jagung Di Tanjungpinang
  • Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu
  • Kakanwil Ditjenpas Kepri Bagikan Sembako Di Lapas Tanjungpinang
  • Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP
  • Wujudkan Pelayanan yang Transparan dan Akuntabel, Rutan Kendari Terima Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Sultra
Facebook X (Twitter) Instagram
Editor JabarEditor Jabar
Demo
  • Home
  • Regional Jabar

    Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

    Oktober 28, 2026

    Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

    Oktober 28, 2026

    Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu

    Oktober 27, 2026

    Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP

    Oktober 27, 2026

    Ombudsman Cek Pelayanan Publik di Rutan Kelas Satu Bandung

    Oktober 21, 2026
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan dan Budaya
  • Indeks
Editor JabarEditor Jabar
Home»Regional Jabar»Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Garut dengan Coir Shade Berdampak Luar Biasa
Regional Jabar

Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Garut dengan Coir Shade Berdampak Luar Biasa

By editorjab4rJuli 5, 2025
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

EditorJabar.com, Garut– Salah satu tugas lembaga permasyarakatan (lapas) adalah mengusahakan kegiatan pembinaan produktif bagi warga binaan. “Garut yang berada di Priangan Timur punya banyak limbah sabut kelapa yang dikelola oleh masyarakat. Karena itu saya memilih pengelolaan sabut kelapa bagi warga binaan di Lapas Garut,” kata Rusdedy, Kepala Lapas Garut.

Dalam pelaksanaannya Lapas bekerjasama dengan perusahaan bernama Coir Indonesia yang memproduksi coir shade milik Cepi Mangkubumi untuk pemberdayaan warga binaan. Warga binaan menjadi tenaga kerja pengolahan sabut kelapa. Produk ini sangat padat karya sehingga bisa menyerap banyak warga binaan. Tidak memerlukan keahlian khusus karena rata-rata napi tidak mampu bila harus mengerjakan pekerjaaan dengan keterampilan tinggi.

“Memproduksi coir shade dari sabut kelapa ini napi cukup diajar 2-3 hari langsung sudah bisa. Dengan semakin banyak berlatih langsung bekerja keterampilannya semakin tinggi sehingga lebih banyak coir shade yang dihasilkan. Jadi apa yang kita pilih ini memang sangat cocok dan relevan untuk diterapkan di lapas karena hampir semua warga binaan bisa terlibat,” katanya.

Manfaat masuknya produksi coir shade ke lapas sangat luar biasa yaitu warga binaan punya pekerjaan selama ada di dalam lapas, jadi punya keterampilan menganyam dan mendapat penghasilan. Kalau rajin dan tekun maka penghasilannya akan banyak.

“Jadi selama ada di dalam lapas mereka produktif, ada penghasilan yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari di lapas, tidak membebani keluarga bahkan bisa membekali keluarga bila ada yang datang berkunjung dan bisa menabung,” kata Rusdedy.

Lapas sebagai institusi pemerintah yang ditugaskan melakukan pembinaan sangat terbantu dengan kegiatan ini. Tupoksi pembinaan kemandirian berjalan dengan baik dengan pemberian upah kepada warga binaan yang bekerja. Negara juga tiap tahun mendapat Penerimaan Negara Bukan Pajak. Nilai PNBP adalah 10% dari nilai jual produk yang dihasilkan setiap tahun, disetor setahun sekali. Tidak ada pemotongan upah bagi warga binaan. Petugas yang terlibat dalam pembinaan, pengawasan dan pengamanan juga mendapat insentif 10% dari total upah warga binaan.

Kegiatan dalam lapas ini sangat membantu masyarakat dan pengusaha. Masyarakat pemilik sabut kelapa terbantu sebab sabutnya menjadi bernilai ekonomi , tadinya limbah sekarang bisa dijual. Dunia usaha juga terbantu, ada beberapa pabrik penghasil cocofiber dan rope yang hampir bangkrut karena sulitnya tenaga kerja akhirnya hidup kembali dengan memenuhi kebutuhan perusahaan milik Cepi Mangkubumi yang sebagian pekerjaanya finishingnya dilakukan di Lapas Garut.

“Sampai sekarang Kang Cepi dan kami masih kekurangan bahan baku. Ini peluang bagi masyarakat untuk membuka pengolahan sabut jadi cocofiber dan rope. Nilai ekonomi secara makro mungkin tidak terlalu besar tetapi multiplier efeknya lumayan dan memberi penghasilan bagi masyarakat dan warga binaan,” katanya.

Perusahaan juga terbantu karena salah satu kendalanya adalah sulit mencari tenaga kerja. Ketika ada pekerjaan lain di luar sering produksi berkurang, juga ada waktu libur sehingga tidak beroperasi. Padahal perusahaan sudah terikat kontrak dengan pembeli, kalau seperti itu bisa saja kontrak tidak bisa dipenuhi. Jadi lapas membantu perusahaan supaya bisa memenuhi target produksi.

Tupoksi lapas adalah pembinaan sedang pendapatan itu bukan tujuan utama. Kegiatan Lapas Garut ini bisa menjadi role model untuk diterapkan di lapas-lapas lain. “Saya 25 tahun menjadi petugas lapas dan berani menyimpulkan bahwa satu-satunya kegiatan produktif yang banyak menyerap tenaga kerja dalam lapas adalah pengolahan sabut kelapa,” kata Rusdedy.

Proses dari sabut jadi coir shade lumayan panjang, pertama sabut dicacah, diurai dan diayak sehingga jadi cocofiber dan cocopeat. Cocopeat jadi media tanam dan pupuk, cocofiber dibuat jadi rope. Rope dianyam jadi kain. Kain dipotong jadi coir shade sesuai pesanan pembeli. Lapas bisa mengerjakan semua dari sabut sampai jadi coir shade.

“Jadi napi tidak hanya makan tidur saja di lapas, mereka sudah diberi makan, tempat tidur, dijaga, sakit diobati oleh negara. Dengan adanya kegiatan ini setidak-tidaknya mereka memberi manfaat balik bagi negara dan masyarakat. Pengolahan sabut kelapa mampu mewujudkan ini. Kalau usaha lain misalnya garmen tidak semua napi bisa, misalnya ada 100 mesin jahit di lapas belum tentu ada 100 napi yang bisa mengoperasikannya.

Peternakan bagus tetapi serapan tenaga kerjanya rendah, usaha ternak ayam broiler Lapas Garut kerjasama dengan perusahaan hanya mempekerjakan 3 napi. Pertanian bagus, Lapas Garut juga ada, hanya tenaga kerja yang diserap 10-20 napi saja. Sedang coir shade ini menyerap 100-200 orang napi tergantung kapasitas tempat,” katanya.

Untuk informasi lebih lanjut:
Humas Lapas Kelas IIA Garut
Telp : +62 813-9549-0807
Email : lapas.grt@gmail.com

#KemenimpasRI
#Ditjenpas
#KemenimpasJabar
#LapasGarut

Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Garut dengan Coir Shade Berdampak Luar Biasa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

Related Posts

Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

Oktober 28, 2026

Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

Oktober 28, 2026

Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu

Oktober 27, 2026

Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP

Oktober 27, 2026

Ombudsman Cek Pelayanan Publik di Rutan Kelas Satu Bandung

Oktober 21, 2026

Instruksi Menteri Imipas Rutan Bandung Gelar Sosialisasi Hunian

Oktober 19, 2026
Terbaru
Regional Jabar

Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

By editorjab4rOktober 28, 2026

EditorJabar.com, SUBANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang, Jawa Barat, menorehkan prestasi gemilang di…

Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

Oktober 28, 2026

Pithra Jaya Saragih Tekankan Kekompakan Pegawai Lapas Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

Kakanwil Ditjenpas Kepri Panen 250 Kg Jagung Di Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

 

Editor Jabar adalah media informasi dan edukasi bagi masyarakat Jawa Barat

Copyright © editorjabar.com

© 2026 editorjabar.com
  • Home
  • Health
  • Technology
  • TV & Drama
  • Buy Now

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.