Close Menu
  • Beranda
  • Nasional
  • Regional Jabar
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan dan Budaya
  • Peristiwa
  • Webtorial
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta
  • Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang
  • Pithra Jaya Saragih Tekankan Kekompakan Pegawai Lapas Tanjungpinang
  • Kakanwil Ditjenpas Kepri Panen 250 Kg Jagung Di Tanjungpinang
  • Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu
  • Kakanwil Ditjenpas Kepri Bagikan Sembako Di Lapas Tanjungpinang
  • Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP
  • Wujudkan Pelayanan yang Transparan dan Akuntabel, Rutan Kendari Terima Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Sultra
Facebook X (Twitter) Instagram
Editor JabarEditor Jabar
Demo
  • Home
  • Regional Jabar

    Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

    Oktober 28, 2026

    Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

    Oktober 28, 2026

    Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu

    Oktober 27, 2026

    Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP

    Oktober 27, 2026

    Ombudsman Cek Pelayanan Publik di Rutan Kelas Satu Bandung

    Oktober 21, 2026
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan dan Budaya
  • Indeks
Editor JabarEditor Jabar
Home»Regional Jabar»Prof. Adrianus: Lapas Garut Layak Jadi Barometer Nasional Pembinaan Narapidana
Regional Jabar

Prof. Adrianus: Lapas Garut Layak Jadi Barometer Nasional Pembinaan Narapidana

By editorjab4rJuli 16, 2025
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

EditorJabar.com, Garut – Dalam kunjungannya ke Lapas Kelas IIA Garut, Guru Besar Kriminologi FISIP Universitas Indonesia Prof. Adrianus Meliala menyampaikan pandangan bahwa Lapas Garut saat ini telah menjadi semacam barometer tidak resmi, bagi praktik baik pembinaan narapidana di Indonesia.

Menurut Prof. Adrianus, capaian dan inovasi yang dilakukan Lapas Garut selama ini telah memberikan eksposur dan perhatian luas, baik dari masyarakat maupun para pemangku kepentingan. Namun sayangnya, pengakuan tersebut masih bersifat informal dan belum diformalkan secara kelembagaan.

“Lapas Garut ini sudah menjadi semacam barometer secara diam-diam. Tapi menurut saya, hal itu perlu diformalkan. Kalau tidak, ujung-ujungnya jadi bahan omongan, seperti ‘karena Garut dekat Bandung, dekat Jakarta, jadi gampang maju.’ Padahal semua wilayah punya karakteristik dan potensi masing-masing,”ujarnya.

Untuk itu, Prof. Adrianus menyarankan agar status sebagai model atau barometer pembinaan pemasyarakatan, bisa ditetapkan melalui regulasi atau surat keputusan resmi, baik dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan maupun Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Hal ini bertujuan agar praktik baik tersebut bisa menjadi acuan nasional, bukan sekadar inisiatif lokal.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat kerangka hukum dan kelembagaan dari kerja sama publik-swasta (*public-private partnership*) dalam pemasyarakatan.

Ia menilai bahwa dasar hukum seperti Undang-Undang CSR, belum cukup menjamin keberlanjutan kemitraan yang menyentuh ranah sensitif seperti lembaga pemasyarakatan.

“Kalau hanya mengandalkan UU CSR, belum tentu bisa nyambung dengan kebutuhan lapas yang notabene adalah lembaga tertutup. Maka perlu ada peraturan lanjutan, baik di level menteri atau dirjen, agar kemitraan ini bisa dijalankan secara masif dan aman,”jelasnya.

Ia menyoroti pula bahwa salah satu penyebab tidak maraknya program serupa di lapas lain, adalah minimnya insentif atau penghargaan bagi para Kalapas dan pejabat pelaksana.

Menurutnya, jika program ini dianggap strategis, maka harus ada mekanisme penghargaan formal yang juga mendukung pengembangan karir.

“Banyak Kalapas atau pejabat di lapas lain tidak termotivasi karena tidak merasa ada gunanya melakukan inovasi. Kalau memang ini dianggap baik, harus ada reward-nya. Seperti halnya restoratif justice yang sekarang sudah ada PP, Permen, bahkan jadi kecenderungan nasional,”lanjutnya.

Sebagai penutup, Prof. Adrianus menegaskan pentingnya garansi keberlanjutan program, oleh pihak kementerian. Ia mengingatkan bahwa tanpa upaya untuk menjamin konsistensi dan kelanjutan, modal sosial dan infrastruktur yang sudah dibangun berisiko runtuh dalam waktu singkat.

“Harus ada cara dari kementerian untuk menjamin keberlanjutan. Kalau tidak, kita hanya membangun sesaat, lalu runtuh hanya dalam beberapa tahun. Itu akan sangat mengecewakan semua pihak,”* pungkasnya.

Dengan pernyataan ini, Prof. Adrianus Meliala tidak hanya memberi apresiasi, tetapi juga mendorong transformasi kelembagaan dalam sistem pemasyarakatan nasional, menjadikan Lapas Garut bukan hanya unggul secara lokal, tapi berdampak strategis secara nasional. ***

Prof. Adrianus: Lapas Garut Layak Jadi Barometer Nasional Pembinaan Narapidana
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

Related Posts

Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

Oktober 28, 2026

Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

Oktober 28, 2026

Petugas Lapas Banceuy Amankan Pengunjung Selundupkan Sabu

Oktober 27, 2026

Lapas Perempuan Bandung Kembangkan Bakat Stand Up WBP

Oktober 27, 2026

Ombudsman Cek Pelayanan Publik di Rutan Kelas Satu Bandung

Oktober 21, 2026

Instruksi Menteri Imipas Rutan Bandung Gelar Sosialisasi Hunian

Oktober 19, 2026
Terbaru
Regional Jabar

Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SITRABAR Lapas Subang Resmi Raih Sertifikat Hak Cipta

By editorjab4rOktober 28, 2026

EditorJabar.com, SUBANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang, Jawa Barat, menorehkan prestasi gemilang di…

Boy Naldo Inisiasi Aplikasi SITRABAR Untuk Pelayanan Publik Subang

Oktober 28, 2026

Pithra Jaya Saragih Tekankan Kekompakan Pegawai Lapas Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

Kakanwil Ditjenpas Kepri Panen 250 Kg Jagung Di Tanjungpinang

Oktober 27, 2026

 

Editor Jabar adalah media informasi dan edukasi bagi masyarakat Jawa Barat

Copyright © editorjabar.com

© 2026 editorjabar.com
  • Home
  • Health
  • Technology
  • TV & Drama
  • Buy Now

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.