EditorJabar.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy Bandung memberikan apresiasi berupa premi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti Program Asimilasi melalui unit usaha Pasti Glow Carwash.
Kegiatan pemberian premi tersebut dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 08.30 WIB bertempat di Pasti Glow Carwash Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung. Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, Eris Ramdani, bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Ketua Koperasi Lapas Banceuy, serta Staf Keuangan.
Pemberian premi ini merupakan bentuk penghargaan atas partisipasi dan hasil kerja WBP selama mengikuti pembinaan kemandirian. Program ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan serta ketentuan terkait pemberian premi bagi WBP yang mengikuti kegiatan kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, Eris Ramdani, mengatakan program Pasti Glow Carwash tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan WBP untuk kembali ke masyarakat.
“Pemberian premi ini adalah bentuk apresiasi kami. Kami ingin WBP memanfaatkan kesempatan asimilasi ini sebagai proses perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik, dengan menjaga kedisiplinan dan etika dalam bekerja,” ujar Eris Ramdani.
Untuk periode September 2026, perhitungan premi dilakukan berdasarkan 10 hari masa kerja, mengingat Pasti Glow Carwash Lapas Banceuy baru melaksanakan soft opening pada 24 September 2026. Ke depan, pemberian premi akan dilaksanakan secara berkala setiap satu bulan sekali sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Koperasi Lapas Banceuy turut mendukung pelaksanaan Pasti Glow Carwash sebagai salah satu unit usaha yang menopang pembinaan kemandirian WBP. Seluruh proses pemberian premi dilakukan melalui koordinasi dengan Seksi Minkamtib dan Staf Keuangan agar berjalan tertib dan transparan.
Melalui program ini, Lapas Banceuy Bandung terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif. WBP tidak hanya dibekali keterampilan mencuci dan perawatan kendaraan, tetapi juga pengalaman kerja nyata sebagai bekal reintegrasi sosial.
Kegiatan pemberian premi berlangsung aman, tertib, dan kondusif serta diharapkan dapat memotivasi WBP lain untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja selama menjalani pembinaan.

