EditorJabar.com, BANDUNG – Komitmen pembinaan pendidikan di balik jeruji kembali dibuktikan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandung. Sebanyak 33 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) resmi menerima ijazah Pendidikan Penyetaraan Tahun Ajaran 2025/2026, Jumat (2/10/2026).
Prosesi penyerahan ijazah digelar di Aula Rutan Kelas I Bandung pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara Rutan Kelas I Bandung dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) UPT Kota Bandung.
Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan dari Plh. Kepala Rutan Kelas I Bandung, penayangan video dokumentasi perjalanan belajar, dan puncak acara penyerahan ijazah secara simbolis.
Plh. Kepala Rutan Kelas I Bandung, Purniawal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara, termasuk Warga Binaan.
“Penyerahan ijazah ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bukti bahwa proses pembinaan kepribadian berjalan. Satu perjalanan, satu pencapaian, satu langkah menuju masa depan. Kami berharap ijazah ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas diri saat kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Tercatat 33 Warga Binaan yang terdiri dari peserta program Paket A, Paket B, dan Paket C dinyatakan lulus dan berhak menerima ijazah. Selama proses pembelajaran, mereka dibimbing secara intensif oleh 3 tenaga pengajar dari SKB UPT Kota Bandung.
Salah satu perwakilan Warga Binaan mengaku bersyukur dan termotivasi. Menurutnya, program ini memberikan harapan baru untuk menata hidup yang lebih baik setelah bebas nanti.
Kegiatan yang berlangsung tertib, aman, dan kondusif ini mendapat apresiasi dari seluruh peserta. Sinergi antara Rutan Kelas I Bandung dan SKB Kota Bandung akan terus ditingkatkan, mulai dari proses pendaftaran, kegiatan belajar mengajar, evaluasi, hingga pemberian ijazah pada tahun ajaran berikutnya.
Program ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mengoptimalkan pembinaan kepribadian melalui akses pendidikan yang layak bagi Warga Binaan.

