EditorJabar.com, BANDUNG – Komisi XIII DPR RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung, Jumat (25/9/2026). Kunjungan ini dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemenuhan hak atas kesehatan seksual dan reproduksi bagi warga binaan.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, beserta jajaran anggota komisi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat beserta jajaran, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Bandung Raya.
Kedatangan rombongan disambut hangat dengan penampilan seni dari warga binaan. Mereka menampilkan permainan angklung, menyanyi, hingga flashmob.
Penampilan tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan kemandirian dan kepribadian di Lapas Perempuan Bandung yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kekompakan, dan kepercayaan diri.
Setelah penyambutan, rombongan langsung meninjau berbagai sarana dan prasarana pembinaan, termasuk mengunjungi klinik lapas.
Peninjauan klinik menjadi agenda penting untuk melihat secara langsung fasilitas dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan perempuan selama menjalani masa pembinaan.
“Kami ingin memastikan bahwa hak-hak dasar warga binaan, terutama hak atas kesehatan seksual dan reproduksi perempuan, terpenuhi dengan baik sesuai standar,” ujar Willy Aditya di sela-sela kunjungan.
Selain peninjauan langsung, kegiatan juga diisi dengan dialog bersama jajaran Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung. Pembahasan berfokus pada pelaksanaan pelayanan kesehatan, pemenuhan hak kesehatan seksual warga binaan, serta upaya menjaga kesehatan reproduksi perempuan di dalam lapas. Informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan bagi Komisi XIII dalam menjalankan fungsi pengawasan legislasi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, warga binaan juga mengikuti sosialisasi kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh pakar kesehatan, Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga binaan mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.
Melalui kunjungan ini, perhatian terhadap pemenuhan hak kesehatan seksual diwujudkan melalui tiga pendekatan, yakni peninjauan fasilitas pelayanan kesehatan, dialog dengan jajaran lapas, serta edukasi langsung kepada warga binaan.
Komisi XIII DPR RI menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi penguatan bagi peningkatan kualitas pembinaan dan pelayanan yang memperhatikan kebutuhan khusus perempuan di lingkungan pemasyarakatan, agar warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan baik dan siap kembali ke masyarakat.

