EDITORJabar.com, Bandung – Provinsi Jabar akan menerapkan New Normal. Kalangan serikat buruh di Jabar memberi tanggapan mengenai new normal yang bakal diterapkan di Jabar pada 1 Juni mendatang.
Menurut Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar Roy Jinto, mengatakan bahwa pemerintah daerah yakni Pemprov Jabar jangan tergesa dalam menerapkan new normal.
“Harusnya ya, jangan tergesa. Hasil kajian yang dilakukan oleh para peneliti mesti dipertimbangkan dengan matang,” paparnya, Jumat (29/5).
Dirinya menilai, langkah New Normal jangan sampai mengakibatkan gelombang penularan virus terlokalisasi di perusahaan.
” Sebab, marak pekerja yang pulang ke kampung halaman setelah dirumahkan oleh perusahaan. Menurut data yang diterimanya, Roy menyebut angka pekerja di Jabar yang dirumahkan sudah mencapai angka 200 ribu,” jelasnya.
Penyebaran COVID-19 ketika karyawan sudah semuanya bekerja, maka ada kekhawatiran penyebarannya menjadi fokus di industri-industri.
“Karena arus balik temen-temen buruh yang mudik dan sekarang harus bekerja kembali perlu diwaspadai,” terangnya
Roy pun menegaskan, pekerja jangan dijadikan korban pemerintah demi memulihkan perekonomian.
“Diketahui, fokus utama Pemprov Jabar memberlakukan new normal ialah memulihkan perekonomian yang belakangan ini terdampak signifikan. Adapun protokol new normal yang bakal diterapkan di perusahaan masih disiapkan,” paparnya.

